Posted in Eksplorasi OASE 2019

EKSPLORASI JOURNAL DAY #4

04:00 wib

Aku bangun jam 4 dan membangun teman-teman ku untuk sholat subuh, lalu kami ke saung untuk briefing. Saat briefing kak Kristin memberi tahu untuk membuat pertunjukan saat hari terakhir, jadi saat di rumah ortu asuh, kami brainstorming untuk memutuskan mengenai pertunjukan nanti malam. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pertunjukan sulap kartu. Kami latihan singkat dan sekaligus main sulap kartu.

07:00 wib

Kakak mentor memberitahu kalau kami akan berkunjung ke Pabrik Sotong, saat itu aku tidak tau sotong itu apa dan ketika aku nanya, kakak mentor menjawab sotong adalah makanan khas Tasikmalaya yang di makan dengan tahu bulat. Kami semua berkumpul di saung dan bersiap untuk berjalan kaki menuju pabrik sotong, perjalanannya lumayan membuat aku merasa capek karena jalan ke arah pabriknya menanjak. Akhirnya kami sampai di pabrik sotong nya, karena pabrik sotong adalah industri rumahan, jadi tempatnya sederhana & tidak sebesar pabrik makanan umumnya, kata kak Anggi kami harus bergantian masuk pabriknya. Jadi kami dibagi menjadi 2 grup, aku masuk grup 2. Lalu giliran aku & teman-teman untuk masuk pabriknya, didalam kami belajar bahan-bahan sotong & cara membuat sotong.

Saat kami masuk, kami disuruh baris dulu, setelah itu kami baru boleh belajar membuat sotong, Aku belajar membuat sotong barang Syabil dan aku ternyata tidak bisa bikin Sotong 😅 tapi yang penting aku mencoba belajar. Ternyata mebuat sotong lebih susah dari yang aku pikirkan, aku memasak adonan di wajan kecil dan hampir setiap kali aku meletakkan sotongnya ke meja untuk di rolled gagal melulu. Aku dan teman-teman juga harus membawa kotak makan kami sendiri karena setelah belajar membuat sotong, kami boleh mengambil dan mencicipinya.

Setelah belajar membuat sotong kami pamitan ke ibu-ibu pekerjanya untuk kembali ke rumah masing2.

Kami sampai di saung untuk belajar angklung, pembelajarannya aku suka karena aku tidak pernah belajar angklung sebelumnya. Saat itu Billy mencoba untuk main angklung, ternyata billy bisa. Lalu kami masing-masing mengambil angklung udan bermain bersama.

Setelah belajar angklung, kami pergi ke kolam ikan untuk mengambil ikan-ikan didalam empang kolam yang beberapa hari yang lalu kami taruh disitu. Rencananya ikan-ikan tersebut mau dibuat ikan bakar untuk makan malam terakhir, aku mencoba untuk mengambil ikannya tapi aku tidak bisa jalan di kolam empang itu, karena lumpurnya dan akupun jatuh-jatuh terus ketika berusaha menangkap ikan-ikan itu.

Tiba-tiba turun hujan deras dan kami semua lari agar tidak kehujanan, dan saat aku mau mengambil tas dan botol minumku untuk ke saung, Alfar lempar lumpur ke belakangku. Aku segera lari dari Alfar karena aku tidak mau di lempar in lumpur lagi, lalu aku istirahat dulu dan saat itu aku melihat teman – temanku main hujan-hujanan. Karena mereka main hujan-hujanan akupun jadi kepengen ikut, main hujan-hujanannya seru, kami semua lempar lumpur ke Syauqi, karena itu jadilah perang lumpur di eksplorasi. Dan semuanya bermain hujan sambil saling melempar lumpur, main bola dan naik gerobak.

Setelah itu kelompok aku pulang ke rumah untuk cuci baju dan mandi. Kami ke masjid untuk sholat bersama dan setelah itu kami berjalan ke lapangan untuk mengikuti acara malam perpisahan dan api unggun. Aku dan billy duduk bareng sambil ngobrol, di api unggun itu rasa nya Haredang (Hangat).

Malam perpisahan dimulai dengan makan malam bersama dengan berbagai macam makanan, kemudian kami saling memberikan kesan pesan. Lalu kami melakukan pertunjukan sulap kami, dan memberikan tanda mata ke Inang–orangtua asuh– kami selama seminggu disana. Setelah itu semuanya bernyanyi untuk berterima kasih kepada warga – warga kampung Zuhud.

Pukul 22.30 wib kami semua balik ke rumah ortu asuh dan tidur pulas.

Posted in Eksplorasi OASE 2019

EKSPLORASI JOURNAL DAY #3

4:00 wib

Pukul 4 pagi, Aku terbangun tapi aku merasa pengen tidur lagi tapi aku menolaknya. Lalu aku membangunin Giga & Dilan untuk mengajak mereka sholat. Setelah sholat kami briefing dan pulang kembali ke rumah Pak Ondin. Sampai di rumah Ibu Heni mengajak kami membuat bakwan untuk sarapan bersama.

Pak Ondin mengajak kami berkegiatan dengan mengajak kami untuk men-stek tanaman miliknya dan kami semua setuju, Dilan tiba – tiba punya ide, dia pengen mengajak grup – grup lain yang tidak sedang sibuk, jadi kami mengajak grup TAURUS dan grup PISCES untuk mengikuti kegiatan kami. Kami mempelajari banyak hal dari pak Ondin tentang cara2 “nyetek” tanaman yang mungkin bisa diterapkan dirumah.

9:00 wib

Setelah belajar nyetek tanaman kami merasa sangat haus, karena itu pak Ondin punya ide untuk mengambil kelapa dari pohon miliknya dan memberikan kepada kami. Rasa kelapa yang baru dipetik itu nya fresh banget, segeer, melepas dahaga dan kami semua menikmatinya. Tiba – tiba ada grup AZALEA melewati rumah ortu asuh kami, kami mengajak nya untuk minum kelapa bareng dengan kami. Tidak hanya grup AZALEA, Tisyara dan Naura dari grup MATAHARI pun datang juga, jadinya di rumah ortu asuh kami rame banget dan aku senang banget dan kurasa ortu asuh kami juga senang semua berkumpul dirumah mereka. Setelah makan & minum kelapa, kami main UNO. Kami senang banget main uno, kami banyak ketawa dan main lucu – lucu an.

12:00 wib

Setelah berseru – seru an di rumah, kami minta izin dengan ortu asuh kami untuk sholat dhuhur. Aku merasa lapar setelah sholat jadi aku makan siang banyak di rumah ortu asuh aku. Setelah puas makan siang, kami pun kumpul di saung, setelah kami berkumpul di saung bersama, kak Andit mengatakan kami akan menanam pohon untuk warga di kampung Zuhud sebagai tanda kasih & mengingatkan 5 hari tinggal di sini.

Lokasi ditempat menanam pohon sedikit licin karena jalannya menurun. Kami menanam dibagi pohon per group. Harapannya pohon ini bisa tumbuh besar dan meneduhkan dan memberi manfaat bagi warga KaZu. Setelah kami menanam pohon,

15.00 wib

Grup aku balik kerumah inang – orang tua asuh– kami, dan Dilan bilang kami harus membantu kondangan dulu, jadi kami izin ke ortu inang kami, dan ke tempat kondangannya. Di sekitar tempat kondangannya ada beberapa teman kami yang tinggalnya di situ bersama ortu asuh mereka, kami memanggil teman2 kami untuk membantu kondangannya. Kami menunggu untuk mereka siap2 dan ke tempat kondangannya. Setelah itu, kami membantu siap2 dan mereka menawarkan kami makanan, tetapi kami tolak tawarannya karena mereka di bungkus plastik. Lalu, kondangannya mulai, dan kondangan ini berlangung lebih lama dari pada seharusnya karena mereka ada do’a tambahan. Ketika kami mau pulang, kami kena hujan dan segera balik ke rumah inang masing2 Setelah hujan,

Kami kembali ke saung setelah hujan itu untuk melihat ada teman kita atau tidak, dan ternyata danish dan teman – teman kami yang lain lagi sedang main bola dengan anak kampung jadi aku dan Giga pengen ikut. Saat kami main, tiba2 hujan dan karena itu Kami main dengan taktik baru dan kami akhirnya menang. Setelah main bola kami pulang dan aku segera mandi karena sebentar lagi mau maghrib.

19:00 wib

Seperti biasa, jam 7 malam kami berkumpul di saung & mendengarkan briefing hari ini dan setelah itu kami kerumah ortu asuh kami dan tidur.