Posted in EKSPLORASI

Jurnal Eksplorasi Pandemik

Kami main permainan Agen Rahasia, Aturannya adalah

  1. Tiap peserta siapkan lembar kertas untuk catat hasil permainan
  2. Tiap peserta akan dapat angka rahasia dari kak shanty (game master) via WA
  3. Jaga angka rahasiamu jangan kasih tahu teman2 kami
  4. Ronda #1 pilihlah 1 peserta dan telepon peserta tsb TIDAK BOLEH MENGIRIM PESAN KARENA BERBAHAYA
  5. Ketika telepon masuk menyapa mereka dengan sandi rahasia VIRUS dan yang menerima harus menjawab dengan kata sandi WASPADA
  6. Setelah memberi sandi rahasia, kami bertukar angka rahasia kami
  7. Lalu kalikan angka rahasia tersebut dengan angka rahasia kamu. Contoh : Aku : 3 Mereka : 3 3×3 : 9
  8. Terus ulangkan ini sampai kak shanty (game master) bilang berhenti.

Kami main Agen rahasia, dan permainan ini sangat seru karena aku merasa jadi orang terkenal wkwkwkwkwkwk. Permainannya sangat kacau juga karena saat aku angkat telepon, ada telepon masuk lagi jadi bingung mau angkat yg mana 😅. Aku diberikan angka rahasia 1 sedangkan temanku diberikan 1 tapi ada juga yang dikasih angka 0, ternyata game masternya cuman membagikan angka 1 dan 0 saja.

Dan ternyata virus nolnya menyebar dari satu orang, lalu saat mereka menelpon dan memberitahukan angka rahasianya, setelah dikalikan dengan 0 jadi virus 0. Berapapun dikalikan 0 sama dgn 0. Jd yg punya angka 0 adalah penyebar virus.

Dari beberapa ronde yg telah dilakukan hasil akhir masing2 anak berbeda, kalau hasil akhirnya 0 berarti di terinfeksi, selain 0 berarti mereka belum terinfeksi. Lewat game ini aku jadi tahu cara penyebaran virus yaitu melalui kontak (telpon). Jika tidak ingin terinfeksi virus 0 kamu tidak kontak (social distancing)

Ada ide tambahan untuk mengenalkan vaksin pada orang yang belum terinfeksi virus 0 yaitu dengan cara, diberikan vaksin +. Jika di tambah waktu game ini bisa dilakukan.

Game ini terkait dengan issue COVID – 19 sekarang setelah main ini aku jadi paham kenapa mengurangi interaksi penting di saat terjadi pandemik seperti sekarang

Posted in Travel Writing

Perjalanan ke Venetië van Java

25 – 29 Aug 2019

Aku, keluargaku dan beberapa keluarga teman2ku ke Semarang untuk berkunjung ke Rumah Oase dan Rumah Sasongko bagaimana kami bisa membuat bisnis dgn ketrampilan kami (atau karir anak)

Daerah Semarang (Venetië van Java) sangat menarik karena dulu, Kota Semarang adalah pelabuhan belanda terbesar selama era kolonial belanda dan masih pusat regional dan pelabuhan penting saat ini. Kota Semarang telah dinamai tujuan wisata ter bersih di Asia Tenggara oleh ASEAN (ACTCS) untuk tahun 2020 – 2022. Sebenarnya aku tidak terlalu senang untuk ke semarang, tetapi lama2 trip ini asik.

Semarang adalah sebuah kota di Pulau Jawa, Propinsi Jawa Tengah. Jarak Jakarta ke Semarang adalah 442km ditempuh dengan waktu 6 jam menggunakan mobil

Kami ke Semarang naik Mobil, pemberhentian pertama di rest area kami sebelum keluar tol Gombel Semarang, Kami beristirahat di rest area. Kami makan Roti dan minum kopi untuk mengisi perut kami, setelah itu kami menuju tempat tujuan kami. Naik mobil dari Jakarta ke semarang cukup jauh, sekitar 6 jam. Sambil ayahku nyetir, kami memasang lagu yg kami senang mendengarnya, aku, mamaku, ayahku, dan adeku bergantian memilih lagu. Saat Kami mendekati semarang aku membantu navigasi jalan ke Rumah Oase.

Tujuan pertama kami ke Rumah Oase, kami sarapan disana bersama keluarga Kak Vanda, Kak Lala, Kak Nina. Siangnya kami menuju Rumah Sasongko untuk berbicara dengan semua penghuni di Rumah Sasongko. Para orang tua mengobrol, sementara aku, adeku, andini, adinda dan vacha melihat aktivitas Rumah Sasongko. Di Rumah Sasongko ternyata banyak studio2 yg kami kunjungin. Ada banyak studio, Studio Music, Photography, Ilustrasi dan digital drawing, graphic design, logo making dll. Banyak studio visual yang ada di RumSas. Esok harinya kami mengunjungi beberapa studio diluar RumSas tetapi masih berkaitan satu komunitas. Studio animasi yg paling menarik menurutku karena mayoritas client mereka adalah di luar negri.

Hari ke-3, kami mengunjungi kuil Sam Poo Kong. Suasana saat malam hari di kuil sangat menakjubkan. Setelah itu kami makan malam bersama di salah satu tempat makan dekat kuil itu.

Hari ke-4 kami pindah menginep di salah satu hotel dekat di Lawang Sewu, hotelnya kecil tetapi nyaman karena ada kolam renang, bersama adeku kami berenang di kolam renang itu. Setelah berenang kami mengunjungi Lawang Sewu, tempatnya sangat menarik karena dari zaman Belanda sampai sekarang, Bangunan bersejarah ini masih berdiri. Hal menarik selain itu adalah pintu gedung Lawang Sewu hampir Seribu!

Setelah ke Lawang Sewu kami pulang menuju ke Jakarta

Aku sangat berkesan dengan perjalanan ke Semarang, melihat sejarahnya dan berwisata ke Lawang sewu, Kuil Sam Poo Kong. Kami juga ke studio animator yg membuat animasi. Dan ternyata mereka dibayar dengan Dolar Amerika! Hasil animasi mereka sangat bagus, jadi aku tahu kenapa mereka dibayar dengan dolar Amerika.

Perjalanan ke Semarang menginspirasiku untuk menjadi lebih baik dengan keterampilanku, karena ternyata aku bisa membuat bisnis dengan melakukan apa yg aku suka. Perjalananku juga mengajari aku tentang sejarahnya penjajahan Belanda di Indonesia dan dampaknya.

TWENTY YEARS FROM NOW YOU WILL BE MORE DISAPPOINTED BY THE THINGS YOU DIDN’T DO THAN BY THE ONES YOU DID DO” ~ H. JACKSON BROWN JR.

~R.T

Posted in HOLIDAY PROGRAM

Erudio Indonesia’s Holiday Program Day #5

KENALIN ROBOT

10 January 2020

Venue : Connectoon.id, M Bloc Space

Today, I went to M Bloc Space for another Lesson from Erudio Indonesia! I’m excited for this one because, this lesson is about the programming language of Python. The reason i was so excited was i wanted to learn this programming language, but didn’t have the time, here’s a little backstory : So, a few months ago i just mastered JavaScript and was trying to learn a new language, so i asked my mom what programming languages i should learn next, my mom recommended me Python. So i searched it up on Google and i found this website called CodeAcademy.

This website teaches all coding languages including Python which was Perfect! I started learning it and when i was done i gained a lot of new information and why i stopped learning is because I’ve learned coding so much, my math skills were not that good anymore and i needed to practice it. Anyways back to the Holiday Program, so our teacher, Kak Barry told us to write if you could build a robot, what would it do? and Write your journey from your house to M Bloc in 10 steps. Me & Reza started doing it, and we had to wait for the others to finish. After that we had to say what we wrote, then Kak Barry taught us the “print” command. So the print command can do many things, it can say stuff, it can also do math for you, for example : print “1 + 2 * 2”. That is Python for : 1 + 2 x 2, we messed around with the command a lot. Kak Barry then told us to write a code he wrote, he said he’ll explain it later once your done with your code. It took like, Forever to write that code, but we managed to do it. Kak Barry told us this is the same code used for cars that automatically drive. After we were done we took a group picture and all of us went home.

This was the Last day of the Holiday Program, and i’m going to miss this program so much, but as always “nothing is built to last“. This was enjoyable, and i really learned alot from it, i hope Erudio Indonesia makes another Holiday Program! But, until next time, peace!

~R.T

Posted in HOLIDAY PROGRAM

Erudio Indonesia’s Holiday Program Day #4

MENJADI DETEKTIF

9 January 2020

Venue : Connectoon.id, M Bloc Space

Today, is the 4th day i attended the Holiday Program, and the subject was about forensics science. Forensic science is basically science but with detectives, to put that into imagination imagine Sherlock Holmes is a Scientist and he’s also a Detective. That is basically Forensic Science. Our teachers introduced themselves although, i forgot their names 😂😅. Our teacher started off our lesson with a “Question Bingo”, question bingo is when you ask questions to your other friends, once you have 5 bingo’s you win. it’s kinda fun when everybody is trying to get first place.

The next lesson is about How to detect what kind of murder did he/she complete? Then our teachers made a challenge, we were given a piece of paper, and we have to solve all 5 of the people name and age. We eventually solved all their names, after that we had another challenge but this time, it was a kidnapping. The one who was kidnapped is called Siti, and we have to figure out who was the kidnapper. We were divided into teams, i was the first team with some of my other friends. Then we were told to find clues in the crime scene, but we only found a foot print and some finger prints. One of my friends, Reza found a secret paper that if you sprayed a “Magic” substance it will go pink, the secret paper spelled “eru” which will come in handy later.

Then we began to suspect one of our teachers, because the footprint in the crime scene matches with the footprint on our teacher. After that we had a discussion and i and with a bunch of my friends cracked what eru means, it means the kidnapper is from erudio indonesia, and that made us even more suspicious at our teacher, and what made us sure it was our teacher is that she was the only eyewitness when the kidnapping happened. Turns out, it was really her, and by the way this is purely just a simulation of what to do if your a forensics scientist in that situation. After that, our teacher congratulate us on solving their riddle, they said goodbye and we all go home.

This was probably the most funnest activity in the whole Holiday Program, it was much enjoyable and i look forward to the next Holiday Program.

RAKKA .T

Posted in HOLIDAY PROGRAM

Erudio Indonesia’s Holiday Program Day #3

KENALAN DIGITAL

8 January 2020

Venue : Connectoon.id, M Bloc Space

Today, is the 3rd day of Erudio Indonesia’s Holiday Program. The lesson was how to do graphic design, our teachers name is Kak Berto. The lesson began with a greeting and explanation on “What is Graphic Design?”, Graphic design is the art or skill of combining pictures with words to make it seem full and to make everyone know what they are making. Originally you had to use Adobe Illustrator, but since nobody (i think) downloaded the app, Kak Berto used another designing app called “Canva”. Because i had already had some experience with it i was able to understand much more quicker than the others, but there were some other buttons that i didn’t know of, and those buttons became handy. After that Kak Berto asked us to make our own logo, so i made 2 logos, 1 i made a Test logo and 2 i made a “let’s raid Are 51!!” logo. We did this for a couple hours but once everyone was done Kak Berto reviewed our work. After that we took a group picture, and gone home.

The experience was fun, i enjoyed every last second of it, as i have not learned Graphic Design yet and i would like dive deeper into the learning abyss called “Graphic Design”. But as always see you tomorrow Holiday Program!

~Rakka T.

Posted in HOLIDAY PROGRAM

Erudio Indonesia’s Holiday Program Day #2

JEJAK SKETSA

7 January 2020

Venue : Connectoon.id, M Bloc Space

Today is the 2nd day i go to Connectoon.id for the Holiday Program. Todays subject is Urban Sketching and Perspective drawing, i’ve already done Urban Sketching before but I haven’t done Perspective drawing, so i was excited to learn it. Our teachers name is Mas Bagus, and he is actually the Asisstant Manager of the comic Si Juki which, is one of my favourite comic books made by a indonesian. Anyways he explained the basics of Perspective drawing and Urban Sketching and then we started buildings because it’s perspective drawing, and perspective drawing is basically drawing building the way you see it, we did that for 1 hour. After that we go outside and start sketching some people and i was terrible at drawing humans, cuz i haven’t drew in a while.

We basically did that for about an hour then head back to the room, Mas Bagus asked us to draw a Hallway or the side walk or etc. So i decided to draw stairs… Because it was the closest thing to the room 😛 Anyways it took about 15 minutes to finish the drawing and i just needed to wait for the others. Our teacher, Mas Bagus reviewed our work and after that we took a group photo then went home. But.. My battery was low so i couldn’t go home yet, so i charged it and i got home.

The Lesson was so much fun! i really enjoyed sketching and drawing with perspectives! see you tommorow for another blog about Erudio Indonesia’s Holiday Program!

~Rakka T.

Posted in HOLIDAY PROGRAM

Erudio Indonesia Holiday Program day #1

ORASI BERKREASI

January 6, 2020

Venue : Connectoon.id, M Bloc Space

Today, I joined a Holiday Program by Erudio Indonesia. The Holiday Program is a 5 day program from the 6th to the 10th of January 2020. The First day (which is today) we learned about debates, and as a Public Speaker in-training, i expected it to be a 1v1 debate but oh boy i was wrong. The debate style was called “Team Debate” which i do not know beause the debate that I participated on was using “Austrailian Parliament”. Before that our teacher, Bu Iyenk taught us the basics of debating and a few pointers on what makes a good argument. After that we were chosen our teams, I got paired up with Kak Geby the assistant mentor who wants to learn about how to debate too and Rizky a College student in America.

The First topic was about Climate Change, and we have to make a argument on why is climate change is a hoax, and as someone who strongly believes in Climate Change, it was pretty hard to do. We were given 20 minutes to create a argument and gather enough proof that climate change isn’t real. The debate started and i was so nervous, after that we were given a chance to evaluate ourselves. We were given a secong topic though, the second topic was about “Should we make a age limit on smoking like we did to Alchohol?” My team chose the “Yes, we should” side. So we gathered some data from a few smokers and non smokers, then we made a few fair arguments, then we headed back to the room. The debate started and once again, i was a nervous wreck, but we faired pretty well, our arguements were somewhat good. After that Bu Iyenk Congratulated us and took a group photo.

It was a fun experience, i get to meet new people, see some old friends, and even learned that there are other ways to debate. Overall i can’t wait to come to Connectoon.id for another lesson, thanks.

By : Rakka T.

Posted in Eksplorasi OASE 2019

EKSPLORASI JOURNAL DAY #5

04:00 wib

Hari waktunya kami pulang. Aku bangun dan segera packing untuk pulang. Setelah kami packing kami menunggu kakak mentor kami datang.

07:00 wib

Kami sudah menunggu lama tapi masih belum ada mentor, jadi kami keluar untuk melihat kalau ada mentor kami dan saat kami membuka pintu, mentor kita (Kak Kristin) langsung muncul. Kata kak Kristin kami harus ambil tas – tas kami dan foto dulu sebelum berangkat. Aku, Dilan, Giga & Kak Kristin –mentor kami– berfoto dengan keluarga Pak Ondin. Keluarga kami selama satu minggu di kampung Zuhud. Setelah foto kami salaman dan saling minta maaf, lalu kami berkumpul di dekat masjid, di sana kami makan dan ngobrol sambil nunggu kedatangan bus kita. Saat bus kecil –tanpa AC–nya akhirnya datang dan kami berjalan ke arah pabrik sotong lagi. Didalam bus jurusan Cineam-Tasik panas tapi kami terhibur dengan keberisikan Alfar yang menyanyikan lagu satu CD wkwkkwkwkwkwk. Setelah beberapa jam kami tiba di halte bus, untuk transit untuk menggunakan bus yang lain menuju Jakarta. kami menunggu sebentar untuk bis nya datang.

11:00 wib

Bus antar kota Tasikmalaya – Jakarta akhirnya datang dan aku segera memakai tasku dan siap – siap naik bus. Ternyata ini bus executive dan beda banget dengan bus yang sebelumnya kami tumpangi. Di bus ini tempat duduk nya nyaman dan AC nya dingin banget. Setelah 2 jam di bus aku pun tertidur. Aku bangun dengan suara ketawa teman-temanku, aku lihat sekeliling dan aku lihat banyak orang berkumpul di tengah-tengah bis, aku menyamperin mereka dan ternyata sedangbermain Werewolf. Aku pun ikut dan kami semua main werewolf, werewolf seru dan aku senang banget mainnya. Setelah beberapa jam aku dan teman-temanku yang lain bercanda dan membuat jokes-jokes receh dan gombal-gombal an. Kami melakukan itu sampai tiba di Terminal Kampung Rambutan-Jakarta Selatan. Sampai di terminal, kami turun dari bus lalu bertemu dengan keluarga kami semua lagi.

18.00 wib

Kak Andit memimpin doa sebeluk kami bubar dan memberikan tugas membuat jurnal-jurnal harian. Kami ucapkan selamat tinggal sesama lain, lalu aku, ibuku, Nico, Taci, dan kak Ayu pulang bareng. Kak Ayu turun di daerah Cilandak, kalu kami anter Niko sampai rumahnya karena kompleknya serah dengan rumahku. Sampai dirumah aku mandi, beberes, makan malam, bercerita-cerita dan lalu tidur. Home sweet home…

PHOTOS :

Kakak-kakak MENTORS

Source all photos :

Posted in Eksplorasi OASE 2019

EKSPLORASI JOURNAL DAY #4

04:00 wib

Aku bangun jam 4 dan membangun teman-teman ku untuk sholat subuh, lalu kami ke saung untuk briefing. Saat briefing kak Kristin memberi tahu untuk membuat pertunjukan saat hari terakhir, jadi saat di rumah ortu asuh, kami brainstorming untuk memutuskan mengenai pertunjukan nanti malam. Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pertunjukan sulap kartu. Kami latihan singkat dan sekaligus main sulap kartu.

07:00 wib

Kakak mentor memberitahu kalau kami akan berkunjung ke Pabrik Sotong, saat itu aku tidak tau sotong itu apa dan ketika aku nanya, kakak mentor menjawab sotong adalah makanan khas Tasikmalaya yang di makan dengan tahu bulat. Kami semua berkumpul di saung dan bersiap untuk berjalan kaki menuju pabrik sotong, perjalanannya lumayan membuat aku merasa capek karena jalan ke arah pabriknya menanjak. Akhirnya kami sampai di pabrik sotong nya, karena pabrik sotong adalah industri rumahan, jadi tempatnya sederhana & tidak sebesar pabrik makanan umumnya, kata kak Anggi kami harus bergantian masuk pabriknya. Jadi kami dibagi menjadi 2 grup, aku masuk grup 2. Lalu giliran aku & teman-teman untuk masuk pabriknya, didalam kami belajar bahan-bahan sotong & cara membuat sotong.

Saat kami masuk, kami disuruh baris dulu, setelah itu kami baru boleh belajar membuat sotong, Aku belajar membuat sotong barang Syabil dan aku ternyata tidak bisa bikin Sotong 😅 tapi yang penting aku mencoba belajar. Ternyata mebuat sotong lebih susah dari yang aku pikirkan, aku memasak adonan di wajan kecil dan hampir setiap kali aku meletakkan sotongnya ke meja untuk di rolled gagal melulu. Aku dan teman-teman juga harus membawa kotak makan kami sendiri karena setelah belajar membuat sotong, kami boleh mengambil dan mencicipinya.

Setelah belajar membuat sotong kami pamitan ke ibu-ibu pekerjanya untuk kembali ke rumah masing2.

Kami sampai di saung untuk belajar angklung, pembelajarannya aku suka karena aku tidak pernah belajar angklung sebelumnya. Saat itu Billy mencoba untuk main angklung, ternyata billy bisa. Lalu kami masing-masing mengambil angklung udan bermain bersama.

Setelah belajar angklung, kami pergi ke kolam ikan untuk mengambil ikan-ikan didalam empang kolam yang beberapa hari yang lalu kami taruh disitu. Rencananya ikan-ikan tersebut mau dibuat ikan bakar untuk makan malam terakhir, aku mencoba untuk mengambil ikannya tapi aku tidak bisa jalan di kolam empang itu, karena lumpurnya dan akupun jatuh-jatuh terus ketika berusaha menangkap ikan-ikan itu.

Tiba-tiba turun hujan deras dan kami semua lari agar tidak kehujanan, dan saat aku mau mengambil tas dan botol minumku untuk ke saung, Alfar lempar lumpur ke belakangku. Aku segera lari dari Alfar karena aku tidak mau di lempar in lumpur lagi, lalu aku istirahat dulu dan saat itu aku melihat teman – temanku main hujan-hujanan. Karena mereka main hujan-hujanan akupun jadi kepengen ikut, main hujan-hujanannya seru, kami semua lempar lumpur ke Syauqi, karena itu jadilah perang lumpur di eksplorasi. Dan semuanya bermain hujan sambil saling melempar lumpur, main bola dan naik gerobak.

Setelah itu kelompok aku pulang ke rumah untuk cuci baju dan mandi. Kami ke masjid untuk sholat bersama dan setelah itu kami berjalan ke lapangan untuk mengikuti acara malam perpisahan dan api unggun. Aku dan billy duduk bareng sambil ngobrol, di api unggun itu rasa nya Haredang (Hangat).

Malam perpisahan dimulai dengan makan malam bersama dengan berbagai macam makanan, kemudian kami saling memberikan kesan pesan. Lalu kami melakukan pertunjukan sulap kami, dan memberikan tanda mata ke Inang–orangtua asuh– kami selama seminggu disana. Setelah itu semuanya bernyanyi untuk berterima kasih kepada warga – warga kampung Zuhud.

Pukul 22.30 wib kami semua balik ke rumah ortu asuh dan tidur pulas.