Posted in Ekspedisi Lereng Merapi, MOVIE REVIEW

Movie Review : Maiden Trip

Hari selasa 6 Mei 2019 lalu, Aku nobar film Maiden Trip sebagai bagian dari kegiatan Pra-Kegiatan Ekspedisi Lereng Merapi (Tantangan #1.a) yang akan di adakan pada tanggal 5-10 Juli 2019.

Berikut ini adalah review aku mengenai film Maiden Trip yang telah kita tonton.Yang terlintas di benakku saat menonton film adalah seorang anak perempuan yang bermimpi untuk menjadi orang paling muda untuk berlayar mengelilingi dunia sendiri.

Jika aku menjadi tokoh dalam film Maiden Trip, Aku tidak tahu bagaimana seorang anak perempuan 14 tahun ingin mengelilingi dunia dengan berlayar sendiri. Tidak terlintas dalam benakku.

Yang dilakukan Laura untuk menyiapkan perjalanan antara lain :

  1. Perbaiki kapalnya
  2. membawa makan dan minuman
  3. Mencari rute perjalanan lewat google earth
  4. Membuat catatan logbook dari mulai perahu sampai bekalan

Bagian film yang menarik bagiku adalah ketika Laura melemparkan pancake ke laut, menurut aku itu lucu karena Laura merasa kalau sudah di titik 00 , 00 equator itu sama seperti perayaan tahun baru.

Hal-hal yang aku diskusikan bersama orang tua ku saat menonton film ini adalah,  Bagaimana Laura mengatasi rasa takut dan sendirian ketika ada badai. Ketika orang lain bilang Laura itu gila Laura masih tetap semangat karena dia punya mimpi yang besar.

Saat menonton film ini sama sekali tidak membuat ku tidur.

Setelah menonton aku mendapat informasi tentang kepulauan Canary, Galapagos, Canal Panama, Polinesia Perancis, Kota Tanjung, St.Maarten dan Darwin.

sesudah menonton film ini aku terinspirasi untuk jangan menyerah kalau punya impian besar.

Sesudah nonton film ini aku tertarik dan aku mencari tahu di internet tentang tokoh, aku mendapat informasi Laura tinggal,umur,tanggal dia lahir dan dimana dia lahir

  1. Laura lahir di Whangarei New Zealand
  2. Laura lahir tanggal September 20, 1995 (usia 23 tahun)
  3. Laura sekarang tinggalnya di Whangarei New Zealand
  4. Laura sekarang berumur usia 23 tahun
  5. Laura menulis buku dengan judul One Girl One Dream.

Aku bisa membayangkan Ekspedisi Lereng Merapi dengan film Maiden Trip dan Sepertinya aku bisa mengatasi rasa takut aku terhadap kemungkinan ada tantangan selama Ekspedisi.

Sumber :

  1. https://www.imdb.com/title/tt2555268/ (Poster film Maiden Trip)
  2. https://en.wikipedia.org/wiki/Laura_Dekker (Biografi Laura)
Posted in Stories

Avenger : Endgame

So, Here’s the story of my 1st time watching Endgame.

I think it was about 4 days ago where I wanted to watch Endgame in the theaters and NOT in a website, so i explained why i wanted to watch it in the theaters and then my mom said OK but i had 3 options, number 1 was at CGV Transmart second is the Lotte Mart and the third is the Living World in Alam Sutera. So me and my brother did a voting and so we decided it would be Lotte Mart. After that we went there at 12.30 and when we got to the counter almost EVERY seat is filled except the front seats which are the worst seats in that theater so my mom picked the second row and it was not that bad my neck didn’t get hurt. After the movie we went to a place called “Teh Tarik Aceh”

 

“Teh Tarik”

WhatsApp Image 2019-04-29 at 8.12.08 PM

where they serve noodles and fried rice and “Teh Tarik” and many more than we went home and now here I am typing my story about the first time i watched Endgame

Who’s your favorite Character?

I would say Thor, because he’s strong and has a good sense of humour.

What’s your favorite part?

I guess the part where Thanos’s army vs Captain America’s Army.

Posted in CAMPING, LDK, MOVIE REVIEW, PRAMUKA

My Review about Survival Family movie

Hari selasa 19 Feb 2019 lalu, Aku nobar film Survival Family sebagai bagian dari kegiatan Pra-LDK Pramuka Penggalang yang akan di adakan pada tanggal 15-17 Maret 2019. Berikut ini adalah review aku mengenai film Survival family yang telah kita tonton.

Review ini memuat 3 aspek yaitu V.I.P (V :Value, I :Insight, P :Part of most).

Aspek pertama adalah value. Value yang aku temukan di film tersebut antara lain. Kebersamaan keluarga, pantang menyerah pada keadaan kritis, mampu bertahan  hidup, fokus pada tujuan, bekerja sama, mengalahkan ego, belajar sesuatu yang baru.

Aspek kedua adalah Insight. Insight aku temukan di film tersebut antara lain, ketika insting bertahan hidup manusia dibutuhkan kembali. Di film ini semua anggota keluarga sangat tergantung pada benda elektronik dan listrik. Sehingga membuat semua anggota keluarga saling egois dan tidak mempedulikan perasaan satu sama lain. Kondisi yang sama yang terjadi pada umumnya keluarga jaman now. Ketika listrik, air, makanan hilang, sampai uangpun tidak ada nilainya dan mengacaukan kehidupan mereka, mereka harus bertahan hidup dan melakukan perjalanan dengan naik sepeda sampai Kagoshima untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Setelah perjalanan & petualangan berat yang mereka alami dan lalui, mereka kembali bersatu menjadi keluarga dengan nilai2 yang lebih baik.

Aspek ketiga adalah Part of most. Part of most di film ini adalah scene yang paling aku sukai antara lain : Scene mengejar babi, aku suka karena bagi aku itu lucu. yang kedua scene ketika anak perempuanya menginjak tai kucing di terowongan gelap karena expresi nya membuat aku ketawa lalu scene yang paling menyedihkan adalah ketika bapaknya hanyut di sungai dan dikira mati karena rasanya sedih sekali seperti kehilangan orang tua.